Jumat, 31 Oktober 2014

Hidup enggan matipun tak mau

sedikit BERUSAHA menikmati sisa hidup yang anugerahkan tuhan, mencoba bersabar dan menerima kekalahan dan kekecewaan hidup yang datang silih berganti datang tanpa izin, sedikit mensyukuri walaupun tak jarang lebih banyak mengeluh namun kejujuran hati tak bisa di bohongi, tetap tidak nikmat rasanya malah sejuta kekecewaan datang dan berontak dengan keadilan Tuhan.

satu kegagalan di tahun kemaren telah aku lupakan, dan ku maklumi dan anggap saja sebagai lika-liku kehidupan dan sebagai kesadaran bahwa hidup memang tak seperti yang di mau ada yang berkuasa di luar kendali manusia,berusaha menaruh sebuah harapan kecil semoga hari esok akan lebih baik menyambut kehangatan mentari terbit di cakrawala, dan menunggu terbenamnya sampai malam kembali datang tanpa rasa gelisah dan khawatir tanpa kekecewaan dan berakhir dengan kepuasan ...... .saat yang kuinginkan sudah hampir mencapai puncaknya dengan tiba-tiba Tuhan mengambilnya kembali yang pada akhirnya aku kembali dengan rasa kecewa dan membuang jauh-jauh harapan yang kandas di perjalanan , sampai kapan bertahan dalam kegagalan , sampai di mana kekuatan ini mampu mengalahkan ketidakberuntungan ... .? semua terdiam hening seperti alam setan.

dimana harus bersembunyi.. .. ??
kemana harus berlari .....??
sampai kapan mampu bertahan ...??

kebahagiaan hanya sebuah pergantian dimensi waktu yang tak lama, saat hati tenang dan sedikit lega bisa sedikit membuka mulut memperlihatkan dua gigi depan yang sebesar isi jagung sebagai tanda tertawa kemenangan beberapa saat kemudian Tuhan menggantinya dengan kesedihan yang  berlarut dengan porsi yang sama dengan saat ketika aku tertawa. hoooooalah .... hanya kalimat pasrah dan menyerah yang mampu terbesit dan terucap, tak ada sedikitpun harapan untuk esok mendatang hanya.

hidup enggan matipun tak mau , barangkali itu kalimat yang cocok